Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2015

Muda bukan berarti usia, akan tetapi semangat perubahan mengisi kemerdekaan secara moral, mental dan akal.

Latihan Dasar Kepemimpinan dan Pelatihan Jurnalistik

Semangat berkarya dalam menggoreskan tinta peradaban menuju generasi muslim yang cerdan dan produktif.

Segenap Dewan Guru dan Karyawan MTs Banat Tajul Ulum Brabo

Bersama kita bisa, bersatu menuju pendidikan berkualitas, demi merawat umat Nabi Muhammad SAW.

Sholat Istisqo'

Dengan penuh harapan semoga diberi hujan dan membawa berkah bagi kita semua, khususnya para santri dan petani di desa Brabo.

Pembacaan Teks Sumpah Pemuda

Kepala MTs Banat Tajul Ulum memimpin membacakan teks sumpah pemuda dalam Upacara Peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2015 .

Segenap Pengurus OSIM 2015

Semangat berorganisasi, belajar bermasyarakat, merencanakan program dan berkarya.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-70, 17 Agustus 2015

Para siswi MTs Banat Tajul Ulum foto bersama dengan Kepala Desa Brabo Muhammad Nur Rokhim, S.Ag seusai upacara.

Pengurus Pers SMART 2015

Kan ku ukir peradaban umat manusia dengan tulisan dan karya penaku.

Orientasi Wali Siswa

Sebagai pengantar pemahaman wali murid atas semua hal yang berkaitan dengan MTs Banat Tajul Ulum seperti Kegiatan KBM, Tata tertib, Admistrasi dsb .

Tampilkan postingan dengan label SEJARAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEJARAH. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Oktober 2016

Sejarah Hari Santri Nasional

Hari Santri Nasional
Sejarah Hari Santri Nasional 22 Oktober – Hri ini kamis, 22 oktober 2015 diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Hari Santri Nasional sudah ditetapkan oleh pemerintah melalui Keppres nomor 22 tahun 2015.
 
Penetapan Hari Santri Nasional tanggal 22 oktober ini disambut baik oleh Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), PBNU menilai bahwa pemerintah sudah mengakui bahwa santri berperan besar dalam pergerakan perjuangan Indonesia untuk mencapai kemerdekaan.
“KITA MENGAPRESIASI LANGKAH TEPAT PRESIDEN. INI MERUPAKAN SEBUAH PENGAKUAN NEGARA TERHADAP 22 OKTOBER SEBAGAI HARI BERSEJARAH TERKAIT FATWA BELA TANAH AIR,” KATA SEKJEN PBNU H HELMY FAISAL ZAINI

Sejarah Hari Santri Nasional 22 Oktober

Tanggal 22 oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional karena merujuk pada peristiwa bersejarah yang membawa bangsa Indoensia meraih kemerdekaan dari para penjajah.
 
Resolusi jihad yang dicetuskan oleh Pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 oktober tahun 1945 di Surabaya untuk mencegah kembalinya tentara kolonial belanda yang mengatasnamakan NICA.
 
KH. Hasyim Asy’ari sebagai ulama pendiri NU menyerukan jihad dengan mengatakan bahwa “membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ain atau wajib bagi setiap individu”.
 
Seruan Jihad yang dikobarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari itu membakar semangat para santri Arek-arek Surabaya untuk menyerang markas Brigade ke-49 Mahratta pimpinan Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.
 
Jenderal Mallaby pun tewas dalam pertempuran yang berlangsung 3 hari berturut-turut tanggal 27, 28, 29 Oktober 1945, ia tewas bersama dengan lebih dari 2000 pasukan inggris yang tewas saat itu.
 
Hal tersebut membuat marah angkatan perang Inggris, hingga berujung pada peristiwa 10 November 1945, yang tanggal tersebut diperingati sebagai hari Pahlawan.
 
Kemerdekaan indonesia memang tidak lepas dari para santri dan ulama, karena memang tak hanya tentara yang berperang melawan penjajah, tercatat banyak ulama dan santri yang ikut berperang untuk mengusir penjaah dari bumi Indonesia.
 
Itulah mengapa tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional, Meski termasuk hari nasional namun tanggal 22 oktober tidak merah alias tidak libur, lebih enak kalau libur ya ,, Selamat Hari Santri Nasional ya !!

Sejarah Hari Santri Nasional 22 Oktober

Senin, 16 November 2015

SEJARAH MTs BANAT TAJUL ULUM

"Menjadi bangsa yang maju tentu merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia. Sudah menjadi suatu rahasia umum bahwa maju atau tidaknya suatu negara di pengaruhi oleh faktor pendidikan. Begitu pentingnya pendidikan, sehingga suatu bangsa dapat diukur apakah bangsa itu maju atau mundur, karna seperti yang kita ketahui bahwa suatu Pendidikan tentunya akan mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas baik dari segi spritual, intelegensi dan skill dan pendidikan merupakan proses mencetak generasi penerus bangsa. Apabila output dari proses pendidikan ini gagal maka sulit dibayangkan bagaimana dapat mencapai kemajuan."

KAMPUS MTS BANAT TAJUL ULUM BRABO
Sejarah dan perkembangan Madrasah Tsanawiyah Tajul Ulum Brabo Tanggungharjo Grobogan, tidak bisa lepas dari berdirinya Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo yang berdiri pada tahun 1941 M. Didirikan atas prakarsa Al Magfhfurlah KH Syamsuri Dahlan yaitu ayah KH A Baedlowi Syamsuri,Lc.H. Pada mulanya Pesantren ini hanya mengelola santri putra saja, namun setelah KH Syamsuri Dahlan wafat dan dilanjutkan  oleh KH Ahmad Baedlowi Syamsuri Lc.H yaitu pada tahun 1990 telah berdiri pondok Pesantren Sirojuth Tholibin Putri yang berorentasi pada Tahfidzul Quran (yaitu metode pemahaman dan menghapal Al Qur’an 30 Juz) dan Alhamdullilah sampai pada tahun 2005 ini tercatat telah berhasil mencetak 315 santri putri yang telah hapal Al Qur’an 30 Juz dengan baik.
Pondok Pesantren inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Madrasah yang dikelola oleh Yayasan Tajul Ulum, yaitu pada tahun 1953 berdiri Madrasah Diniyyah Awaliyah, tahun 1960 berdiri Madrasah Diniyah Wustho, tahun 1975 berdiri Madrasah Tsanawiyah. Salah satu permasalahan yang muncul menyangkut pendidikan anak setelah lulus dari Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) bagi masyarakat Desa Brabo dan sekitarnya pada tahun 1979 adalah belum adanya Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang memiliki pola pengajaran berimbang antara Pendidikan Umum dengan Pendidikan Agama.
Sebagian besar kalangan orang tua berharap dan menginginkan agar anak-anak mereka pada masa mendatang tidak hanya menguasai ilmu-ilmu umum tetapi juga ilmu-ilmu agama secara lebih memadai. Mereka ingin anak-anaknya bukan hanya pintar berhitung dan lihai sebagai peneliti, namun juga berkerudung atau berpeci dan mahir mengaji. Oleh karena itu, dengan semakin meningkatnya kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya dan didukung oleh banyaknya lulusan Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah yang tidak mampu melanjutkan sekolah ke SMP karena faktor ekonomi atau alasan lain, maka dengan doa restu dari Syaikhuna Simbah Kyai Syamsuri Dahlan, Pengurus Diniyah Tajul Ulum Brabo bersama dengan tokoh masyarakat merespon dan mengakomodasi aspirasi yang berkembang saat itu. Sehingga tepat pada hari Ahad tanggal 8 Syawal/25 Agustus 1979 didirikan sebuah sekolah dengan nama Sekolah Menengah Pertama Islam Tajul Ulum, yang kemudian pada tahun 1980 diganti menjadi Madrasah Tsanawiyah Tajul Ulum. Dan pada hari itu juga didirikan sebuah yayasan bernama Yayasan Tajul Ulum untuk mengelola keberadaan MTs Tajul Ulum dan lembaga-lembaga lain seperti Madrasah Diniyay Awaliyah (1953) dan Madrasah Diniyah Wustho (1969) yang telah didirikan sebelumnya.
Seiring dengan besarnya kesadaran mesyarakat akan pentingnya peranan pendidikan, maka pada tahun 1985 didirikan lembaga pendidikan setingkat SLTA bernama Madrasah Aliyah Tajul Ulum. Tajul Ulum sendiri dipandang dari sudut etimologi berarti Mahkota Ilmu berharap Yayasan Tajul Ulum menjadi tang terunggul dalam prestasi dan santun dalam akhlak.
Dari tahun ke tahun ternyata MTs Tajul Ulum mengalami perkembangan yang pesat baik dari segi kwalitas maupun kwantitas, maka pada tahun 1984 dari Tim Akreditasi yang dikukuhkan Pemerintah dalam hal ini Departemen Agama, pada tanggal 25 Juli 1984 MTs Tajul Ulum menyandang status “TERDAFTAR” dengan no: WK/5.c/735/PG/MTS/1984. Menyusul kemudian pada tahun 1993 Pemerintah mengukuhkan status “DIAKUI” dengan nomor: WK/5.c/PP005/1390/1993, sebagai bentuk penghargaan atas usaha-usaha yang dilakukan dalam meningkatkan pelayanan pendidikan secara lebih bermutu kepada masyarakat luas.
Pada tahun 1999 yang dituangkan dengan nomor: WK/5c/PP005/733/1999 MTs Tajul Ulum menyandang status “DISAMAKAN” . Dengan status tersebut MTs Tajul Ulum makin percaya diri dalam membantu pemerintah untuk menata dan mewujudkan Wajib Belajar 9 (sembilan) tahun dengan mempersiapkan generasi mendatang yang berakhlaq dan berilmu. Saat ini MTs Tajul Ulum menyandang status “TERAKREDITASI A” dengan nilai terbaik di Kabupaten Grobogan.

Berdirinya MTs Banat Tajul Ulum
Pada tanggal 1 Juni 2009 pengurus yayasan mengadakan rapat pleno yang dihadiri oleh semua unsur baik dewan pembina, dewan pengawas, dan pengurus harian. Rapat pleno tersebut diadakan untuk menjawab keinginan dari pengurus Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo yang mengharapkan agar antara siswa putra dan puti dipisahkan supaya dapat dijaga kemungkinan-kemungkinan buruk yang terjadi akibat ikhtilat (bercampurnya laki-laki dan perempuan).
Disamping itu, juga ditujukan agar siswi putri dapat memperoleh perhatian lebih besar dan mendapat layanan pendidikan yang lebih baik. Meskipun demikian muaranya tetap sama bahwa lembaga baru ini dimaksudkan untuk turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, serta mensukseskan wajib belajar sembilan tahun, utamanya bagi lulusan Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah untuk masyarakat sekitar.
DAELAMI, S.Ag, M.Pd.I
Dari hasil rapat yayasan kemudian sepakat untuk mendirikan Madrasah Tsanawiyah baru dengan nama “Madrasah Tsanawiyah Banat Tajul Ulum” dan tertuang dalam SK Nomor: 11/YYS-TU/B/II/2009 tentang pendirian MTs Banat Tajul Ulum Brabo tertanggal 1 Juli 2009. Selanjutnya Yayasan mengangkat Bapak Daelami,S.Ag selaku kepala berdasarkan SK. No.05/YYS-TU/B/VII/2009 tertanggal 11 Juli 2009.
Demi menjaga amanah dan tidak ingin mengecewakan para sesepuh selaku pemberi amanah, tugas sebagai kepala itu dilaksanakan secara maksimal. Dengan menghimpun seluruh sumber daya manusia yang ada, ia memulai bekerja secara maksimal. Hasilnya terlihat dari supervisi yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional atau BAN-S/M pada tahun 2012 dengan hasil “TERAKREDITASI A” dengan nilai 92.

Dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan kualitas dan kapasitas pada tahun 2015 MTs Banat Tajul Ulum memiliki jumlah murid 567 siswi dengan rincian sebagai berikut:
NO
KELAS VII
KELAS VIII
KELAS IX
JUMLAH
AG
AF
AB
IS
AK
AG
AF
AB
IS
AK
AG
AF
AB
IS
1.
41
41
42
44
46
37
37
37
36
36
45
45
40
40
567

214
183
170

MTs Banat Tajul Ulum menjadi salah satu lembaga pendidikan terkemuka di kabupaten Grobogan yang memadukan antara kurikulum 2013 dan KTSP dari pemerintah dan kurikulum Pesantren. Kurukulum pembelajarannya menggunakan KTSP dan Sitem penilaiannya menggunakan K13.

Selain masyarakat kemajuan MTs Tajul Ulum tidak lepas dari peranan masyarakat dan Pondok Pesantren sekitarnya , antara lain PP. Sirojuth Tholibin diasuh K.H. Ahmad Baedlowi Syamsuri (putra K. Syamsuri Dahlan), PP. At-Taufiqiyyah diasuh oleh K.H. Dlofir Syafi’i dan, PP. An-Nasyriyyah yang diasuh oleh K. Abdul Wahab Idris serta dukungan masyarakat Desa Brabo dan PP. Hidayatush Shibyan yang diasuh oleh K. Nur Hadi, S.Pd.I